2. Membuat
jaringan fail over
3. Melimit bandwith dari ISP untuk diberikan ke client
4. Filter situs HTTPS menggunakan layer7protocol
5. Menghubungkan jaringan yang berbeda dengan EoIP
3. Melimit bandwith dari ISP untuk diberikan ke client
4. Filter situs HTTPS menggunakan layer7protocol
5. Menghubungkan jaringan yang berbeda dengan EoIP
Konfigurasi
Buat interface bonding terlebih dahulu pada router,
lalu tambahkan ip address.
[admin@Mikrotik]>/system identity set name=wawan-ISP
[admin@wawan-ISP]
> /interface bonding
add arp=enabled
arp-ip-targets=1.1.1.2
link-monitoring=arp name=bonding1
slaves=ether2,ether3
add arp=enabled
arp-ip-targets=2.2.2.2 name=bonding2 slaves=ether4,ether5
[admin@wawan-R1]
> /interface bonding
add arp=enabled arp-ip-targets=1.1.1.1 disabled=no
link-monitoring=arp name=bonding1 slaves=ether2,ether3
[admin@wawan-R2]
> /interface bonding
add arp=enabled arp-ip-targets=2.2.2.1 disabled=no
link-monitoring=arp name=bonding1 slaves=ether4,ether5
Setelah itu tambahkan ip address pada setiap
interface yang ada.
[admin@wawan-ISP] > /ip address
add address=19.19.19.13/16 disabled=no
interface=ether1 network=19.19.0.0
add address=1.1.1.1/30 disabled=no
interface=bonding1 network=1.1.1.0
add address=2.2.2.1/30 disabled=no
interface=bonding2 network=2.2.2.0
[admin@wawan-R1]
> /ip address
add address=1.1.1.2/30 disabled=no interface=bonding1
network=1.1.1.0
add address=172.16.1.1/24 disabled=no
interface=ether1 network=172.16.1.0
[admin@wawan-R1]
> /ip address
add address=1.1.1.2/30 disabled=no
interface=bonding1 network=1.1.1.0
add address=172.16.1.1/24 disabled=no interface=ether1
network=172.16.1.0
Jika sudah lakukan verifikasi apakah router sudah
saling terhubung atau belum. Pemberian ip address pada interface bonding, akan
memungkinkan antar router untuk menggunakan kedua jalur tersebut. Atau dalam
artian kecepatan 1 interface, akan digabungkan dengan interface lainnya
sehingga memungkinkan kedua tersebut terkoneksi dengan memanfaatkan lebih dari
1 jalur. Dalam hal ini juga dapat dibilang load balancing, namun konsep ini
bukan konsep load balancing, hanyalah teknik untuk menggabungkan 2 interface
menjadi 1.
Penggunaan interface bonding juga dapat memungkinkan
jaringan tersebut memiliki konsep fail over dimana apabila ada sebuah interface
yang down, maka interface lainnya akan menggantikan interface tersebut.
Setelah itu, tambahkan DNS, firewall nat, dan juga
default route agar device terhubung dengan internet.
[admin@wawan-ISP]
> /ip route
add disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0
gateway=19.19.19.4
[admin@wawan-ISP]
> /ip firewall nat
add action=masquerade chain=srcnat disabled=no
out-interface=ether1
[admin@wawan-ISP]
> /ip dns
set allow-remote-requests=yes servers=8.8.8.8
[admin@wawan-R1]
> /ip route
add disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0
gateway=1.1.1.1
[admin@wawan-R1]
> /ip firewall nat
add action=masquerade chain=srcnat disabled=no
out-interface=bonding1
[admin@wawan-R1]
> /ip dns
set allow-remote-requests=yes servers=8.8.8.8
Setelah itu tambahkan queue pada ISP agar R1 dan R2
mempunyai kecepatan sendiri untuk menggunakan internet.
[admin@wawan-ISP]
> /queue simple
add interface=all max-limit=5M/10M name=queue1
target-addresses=1.1.1.2/32
add interface=all max-limit=20M/30M name=queue2
target-addresses=2.2.2.0/30
Jika sudah, selanjutnya hubungkan kedua network R1
dan R2 menggunakan tunnel.
[admin@wawan-R1]
> /interface eoip
add arp=enabled disabled=no name=tunnelR2
remote-address=2.2.2.2 tunnel-id=10
[admin@wawan-R2]
> /interface eoip
add arp=enabled disabled=no name=tunnelR1
remote-address=1.1.1.2 tunnel-id=10
Setelah itu tambahkan ip address untuk interface
tunnel tersebut.
[admin@wawan-R1]
> /ip address
add address=20.20.20.1/30 disabled=no
interface=tunnelR2 network=20.20.20.0
[admin@wawan-R2]
> /ip address
add address=20.20.20.2/30 disabled=no
interface=tunnelR1 network=20.20.20.0
Lalu lakukan
verifikasi apakah interface tunnel tersebut sudah aktif atau belum.
[admin@wawan-R1]
> ping 20.20.20.2
HOST SIZE TTL
TIME STATUS
20.20.20.2 56 64 32ms
20.20.20.2
56 64 6ms
sent=2
received=2 packet-loss=0% min-rtt=6ms avg-rtt=19ms max-rtt=32ms
Jika sudah, tambahkan interface bridge dan gabungkan
interface tunnel dengan interface yang menuju ke pc.
[admin@wawan-R1]
> /interface bridge
add disabled=no name=eoip protocol-mode=rstp
[admin@wawan-R1]
> /interface bridge port
add bridge=eoip disabled=no interface=ether1 p
add bridge=eoip disabled=no interface=tunnelR2
[admin@wawan-R2]
> /interface bridge
add disabled=no name=eoip protocol-mode=rstp
[admin@wawan-R2]
> /interface bridge port
add bridge=eoip disabled=no interface=tunnelR1
add bridge=eoip disabled=no interface=ether1
Jangan lupa untuk menambahkan routing dari pada
setiap router untuk menggunakan interface tunnel yang sudah dibuat.
[admin@wawan-R1]
> /ip route
add disabled=no distance=1 dst-address=172.16.2.0/24
gateway=20.20.20.2
[admin@wawan-R2]
> /ip route
add disabled=no distance=1 dst-address=172.16.1.0/24
gateway=20.20.20.1
Lalu lakukan traceroute dari R1 untuk menuju ke ip address
local R2.
[admin@wawan-R1]
> tool traceroute 172.16.2.1
#
ADDRESS
RT1 RT2 RT3
STATUS
1
172.16.2.1
16ms 4ms 3ms
Selain itu, coba tambahkan ip address pada PC2, lalu
lakukan traceroute kembali.
PC2> ip 172.16.2.2/24 172.16.2.1
Checking for duplicate address...
PC2 : 172.16.2.2 255.255.255.0 gateway 172.16.2.1
[admin@wawan-R1]
> tool traceroute 172.16.2.2
#
ADDRESS
RT1 RT2 RT3
STATUS
1 20.20.20.2 9ms 3ms
4ms
2
172.16.2.2
4ms 3ms 2ms
Maka terlihat bahwa jalur yang digunakan oleh wawan-R1 untuk menuju jaringan local wawan-R2 adalah jalur tunnel yang tadi
sudah kita buat. Jika sudah, tambahkan firewall agar situs facebook tidak dapat
diakses oleh client.
[admin@wawan-R2]
> /ip firewall layer7-protocol
add name=facebook regexp=^.+(facebook.com).*$
[admin@wawan-R2]
> /ip firewall filter
add action=drop chain=forward disabled=no
layer7-protocol=facebook src-address=172.16.2.0/24
Lalu lakukan verifikasi apakah facebook dapat dibuka
atau tidak. Setelah itu, tambahkan rule kembali pada firewall, apabila ada yang
melakukan ping yang ditujukan ke router tersebut atau hanya melewati router
tersebut, maka address dari pc yang melakukan ping tersebut akan dimasukkan ke
address list. Hal ini tentunya sangat mempermudah admin jaringan terutama untuk
menambahkan rule yang tidak secara keseluruhan terkena oleh rule tersebut.
[admin@wawan-R2]
> /ip firewall filter
add action=add-src-to-address-list address-list=ping
chain=input disabled=no protocol=icmp src-address=172.16.2.0/24
Setelah itu lakukan verifikasi ping terlebih dahulu
dari PC2 menuju ke wawan-R2,
lalu lihat apakah pc yang melakukan ping tersebut sudah masuk ke dalam address
list atau belum.
[admin@wawan-R2]
> ip firewall address-list pr
Flags: X - disabled, D - dynamic
# LIST
ADDRESS
0 D ping 172.16.2.1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar